Menghitung Surat Pemberitahuan Setelah Pajak Untuk Obligasi Kena Pajak Sebagian

Berikut adalah beberapa langkah untuk membantu Anda menghitung pengembalian pajak Anda setelah sebagian obligasi kena pajak.

Pertama, hitung imbal hasil obligasi sebelum pajak. Jika Anda sudah memiliki obligasi, Anda perlu membagi tingkat kupon dengan biaya obligasi. Jika Anda mempertimbangkan obligasi sebagai investasi, carilah hasil saat ini.

Pastikan Anda mengetahui pengecualian yang diterapkan pada obligasi. Misalnya, obligasi daerah umumnya dibebaskan dari mengelola pajak anda federal, dan mungkin dibebaskan dari pajak negara bagian dan lokal jika Anda adalah penduduk negara bagian tersebut.

Tentukan tarif yang harus Anda bayar atas bagian kena pajak dari pendapatan obligasi. Gunakan tarif pajak tahun lalu, kecuali penghasilan Anda telah berubah secara substansial. Dalam hal ini, Anda harus memperkirakan berapa tarif Anda nantinya. Misalkan Anda berharap berada di tingkat 25%, dan Anda menghitung tingkat obligasi Treasury. Karena obligasi Treasury dibebaskan dari pajak lokal dan negara bagian, tingkat penghasilan kena pajak Anda atas obligasi ini adalah 25%.

Selanjutnya, ubah persentase hasil sebelum pajak dan persentase tarif menjadi desimal yang setara dengan mengalikannya dengan 100. Misalnya, hasil sebelum pajak sebesar 4,40% sama dengan 4,4/100 atau 0,044.

Selanjutnya, kurangi tingkat ekuivalen desimal dari 1,00. Kalikan jumlah ini dengan hasil ekuivalen desimal. Dengan menggunakan contoh yang sama, untuk hasil sebelum pajak 0,044 dan tingkat 0,25 (25%), persamaan Anda adalah (1,00 -.25) x 0,044 = 0,033, untuk hasil setelah pajak 3,30%. Ini ditentukan dengan mengalikan hasil setelah pajak dengan 100, untuk menyatakannya sebagai persentase.

Investor juga menggunakan hasil setara Konsultan Pajak Jakarta. Hasil ini sama dengan hasil sebelum pajak dari obligasi yang dikecualikan sebagian atau seluruhnya dibagi satu, dikurangi persentase pajak dari pendapatan obligasi yang dikecualikan. Jika hasil setara pajak sama dengan atau lebih besar dari hasil obligasi sebelum pajak tanpa manfaat pajak, maka obligasi yang dikecualikan memiliki pengembalian setelah pajak yang lebih besar.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *